Membangun Rumah Minimalis

MEMBANGUN RUMAH MINIMALIS TIPS TIPS

<———– SEBELUMNYA

Membangun Rumah Minimalis – Rencana membeli tanah luas di pinggiran kota, ternyata tanah di sana pun tak jauh berbeda mahalnya. Kemampuan membeli tanah yang sempit untuk membangun rumah terpaksa harus diterima.

Namun kenyataan ini hendaknya tidak membuat para pasangan muda berkecil hati. Membuat rumah minimalis yang nyaman di atas lahan sempit tentu masih bisa dilakukan.

Anda harus bisa menyiasatinya dengan cerdik. Petunjuk-petunjuk berikut bisa membantu Anda dalam membangun rumah minimalis yang nyaman.

Mempelajari Tanah Anda

Setelah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah, maka Anda berhak untuk membangun rumah di atasnya. Tapi dalam membangun rumah, Anda harus mematuhi peraturan pemerintah tentang membangun rumah.

Contoh peraturan tersebut adalah garis batas maksimum bangunan dari dinding terluar sampai ke batas tanah. Jangan sampai dinding terlalu mepet ke jalan.

Perhatikan pula apabila ada kemiringan tanah. Hal ini untuk menentukan arah aliran air agar sistem pembuangannya tidak kacau nantinya. Cari tahu juga arah mata angin atau lintasan matahari dengan tujuan untuk letak bukaan-bukaan seperti jendela, pintu, ventilasi lain.

Denah Ruangan

Untuk membangun rumah yang minimalis, denah ruangan harus dibuat dengan cermat. Kalau tidak mampu, Anda bisa meminta bantuan jasa arsitek untuk membuat denahnya.

Atau kalau mau belajar, Anda bisa mendapatkan brosur-brosur perumahan yang menjual rumah jadi. Desain dari rumah tersebut biasanya sudah baik dan memenuhi syarat untuk rumah sehat dan nyaman.

Buatlah daftar ruangan apa saja yang dibutuhkan. Mulailah dengan yang utama terlebih dahulu, seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang tamu, dan seterusnya. Setelah itu hitunglah luas ruangan-ruangan tersebut.

Hitunglah luas meter persegi setiap perabotan yang akan mengisi ruangan itu. Tambahkan 20-30% untuk sirkulasi dan 60% untuk ruang gerak Anda.

Karena rumah Anda termasuk rumah minimalis, seharusnya mengutamakan ruangan apa saja yang bisa mendapatkan sinar matahari dan pertukaran hawa. Tempatkan ruangan tadi pada bagian yang berhubungan dengan pertukaran udara.

Upaya selanjutnya adalah menentukan lokasi ruangan yang basah, seperti dapur, kamar mandi, tempat mencuci, dan sejenisnya. Usahakan rancang secara berdekatan atau berada dalam satu jalur untuk memudahkan pemasangan instalasi air bersih dan air kotor. Upayakan buangan air kotor ke septic tank lurus tanpa berbelok.

Untuk mendapatkan susunan yang pas, terkadang Anda harus memindahkan, mencoret, mengurangi, atau menambahkan bagian-bagian tertentu hingga akhirnya denah rumah minimalis Anda terlihat ideal.

Perhatikan Udara dan Sinar

Rumah minimalis atau bukan, jika ingin sehat dan nyaman, harus mendapatkan pertukaran udara dan sinar yang cukup. Oleh karenanya, saat membuat denah, jangan sampai menyepelekan yang satu ini.

Agar sinar matahari bisa masuk, Anda harus membuat bukaan menghadap datangnya sinar. Bukaan tersebut bisa berupa pintu atau jendela. Untuk bisa mendapatkan sirkulasi udara, Anda bisa membuat langit-langit yang cukup tinggi atau membuat sebuah bagian atap yang bertingkat.

Jangan Lupakan Taman

Sesempit apapun tanah yang dimiliki untuk membangun rumah minimalis, usahakan menyisihkannya tempat untuk sebuah taman. Karena taman di rumah Anda akan banyak sekali manfaatnya. Manfaat taman antara lain sebagai penyaring udara dari zat yang bersifat polutan, penyaring suara, penahan debu, dan sebagai pagar hidup yang bersifat meneduhkan.

Tanah taman bisa ditutup dengan rumput. Tapi bila malas merawatnya, tanah bisa diberi kerikil-kerikil sampai merata. Dengan demikian tanah akan tetap bisa menyerap air.

Walaupun rumah Anda rumah minimalis, apabila merasa nyaman dan memiliki, maka rumah tersebut akan menjadi tempat yang selalu dirindukan untuk berkumpul bersama keluarga tercinta.